Showing posts with label PERSONAL LIFE. Show all posts
Showing posts with label PERSONAL LIFE. Show all posts

Science Fair πŸ’•

November 1, 2024


Siapa yang pernah lihat postingan di instagram tentang tipe ibu-ibu yang anterin anaknya sekolah? hahaha kadang suka geli sendiri dan mengira-ngira, aku masuk tipe yang mana ya?! Setelah mengamati dan mengalami sendiri sebagai macanternak (mama cantik anter anak), ternyata peran orang tua terhadap keberlangsungan kegiatan anak-anak di sekolah saat ini cukup penting. Beda seperti jaman ku dulu waktu jaman SD-SMP-SMA, mana pernah mamakku datang ke sekolah kecuali untuk ambil rapot?!

Di jaman sekarang orang tua pasti terlibat dalam kegiatan anak-anak sekolah karena pastinya para orang tua ini akan dimasukkan ke dalam satu whatsapp (WA) grup kelas. Jadi mau ga mau orang tuanya memantau kegiatan apa saja yang dilakukan anak di sekolah, ada tugas apa, kapan ujian, kapan outing, kapan liburan sekolah dan lain lain. Sesungguhnya untuk tipe kayak aku yang semua pada dasarnya lebih nyaman serba terencana, ada grup orang tua ini cukup membantu. Namun kelemahannya, anak-anak jadi kurang aware dengan info-info di sekolah.... menurutku loh ya dari sudut pandang orang tua. Entahlah ini kekhawatiran aku saja atau memang begitu adanya, karena faktanya, beberapa kali aku nanya sama abang Z soal info info sekolah, dia tahu dan bisa jawab. Tapi ya tetap ada beberapa kali harus diingatkan lagi walaupun dia sudah tau infonya. Namanya juga anak-anak.
----

INTINYA.. aku mau update kehidupanπŸ˜‚

Beberapa hari yang lalu aku mengajukan diri jadi volunteer di acara science fair di sekolah si adek. Akuh yakin sebenarnya banyak mama-mama yang mau jadi volunteer, namun berhubung tidak semua full time wanita karir di rumah seperti akuh, jadinya ga bisa ikutan dateng ke sekolah. Tapi ada juga mamah-mamah yang bela-belain cuti biar bisa berpartisipasi di sekolah anaknya πŸ˜ƒπŸ˜ƒkeren kamu mba Nad! (ngomong sama mba Nadia πŸ˜‚). Karena kalau aku jadi dia, belum tentu juga bisa meluangkan waktu buat dateng ke sekolah anakkuhh.

Anyway, syukurnya.. mama-mama di kelasnya si adek ini, walaupun ga semua bisa dateng, mereka mau ambil bagian gitu loh. Menawarkan diri bikin A, bikin B, kirim ini, kirim itu, mengerahkan semua cara biar bisa support anak-anak mereka di acara Science Fair ini. Keren bisa kompak gini, meskipun kalau ketemu masih suka malu malu kucing.

Jadinya, apa tugasnya jadi volunteer science fair di sekolah adek?! Jadi GURU, pemirsa. HAHAHA Cita-cita terpendam yang dari dulu pengen dijalani tapi gak berani. Flashback sedikit ke belakang, pernah suatu waktu jadi guru piano yang dihire sama tanteku sendiri buat anaknya (yang berarti sepupuku, waktu itu dia masih SD, sedangkan aku udah kuliah). Dari situ aku sadar, kesabaranku setipis tisu dibagi dua dalam mengajar anak orang dan kurang telaten hahaha. Ehmosii.. tapi apa karena ngajar piano ya?! jadi gak sabar nya dobel wkwkwk

----

Excited bener mau jadi Teacher Bunda untuk kelas nursery dan kindergarten. Agak grogi tapi bisa diatasi karena aku gak sendirian haha.. ada mama-mama lain yang jadi teacher bunda juga. Jadi, di kelas nya adek ini, kami menjelaskan percobaan tentang aliran listrik (electricity). Kelompok pertama yang masuk ke kelas kami adalah kelompok nursery (PAUD). YA ALLAH LUCU BANGET! anak bayiii...mereka agak nga ngo nga ngo pas dijelasin tentang listrik. Agak challenging karena ngomong sama bayi-bayi ini kudu satu-satu, pakai bahasa mereka. Setelah kelompok nursery ini keluar dari kelas kami, para teacher bunda langsung bergegas ambil minum masing-masing, chapekkkk. baru juga 15 menit ngajar anak bayi, keknya udah capek lahir batin aja hahahah.. *sungkem ke guru-guru PAUD*

Kelompok ke dua sampai kelompok ke empat, giliran kelompok dari TK b atau K2. Dari ngajarin anak bayi, langsung masuk anak pre SD yang "rusuh". Rasa ingin tahunya besarrr dan semua mau nyobain percobaannya. Udahannya kami liat-liatan, geleng-geleng.. gile rusuh banget ini anak-anak K2 hahaha. Kelompok terakhir, kelompok anak-anak kami, TK a atau K1. Karena mungkin kelompok TK A ini sepantaran anak-anak kami yah, jadi bisa lah kami handle.. lumayan.. walaupun aku kelepasan pake suara dengan pitch tinggi 2x karena anak-anak ini rebutan activiy kit rangkaian listrik kita πŸ˜“πŸ˜“ untung abis itu aku sok imut lagi hahahahaa.

Akhirnya alhamdulillah 7 kelas berhasil dilewati. Sesi terakhir akan divote kelas favorit versi anak-anak dan kelas favorit versi teacher. Hasilnya, alhamdulillah kami favorit ke 3 pilihan anak-anak hahah. Bangga ah karena dekornya handmade, semua orang tua partisipasi, terus science experiment kami beda dari kelas kelas yang lain #azeg. unforgettable experience deh pokoknya.

Jadi apakah cita-cita jadi guru TK akan tetap dipendam atau akan dicoba? kita liat saja nanti hihihihi

Salam,
Puput Utami

Lupa Bayar

October 13, 2024

Foto diambil di tkp πŸ₯²


Ceritanya, hari ini pulang dari stasiun gambir pengen banget makan yang gak berat dan harganya ga lebay. Maklum lah ya di daerah Jakarta bagian tengah ke selatan tu yang namanya coffee shop kok rasa-rasanya overprice dan overrated (sorry). Pengen banget nyobain minum kopi tapi gak berani dan takut menyesal hahaha. Selain itu hari ini kok rasa-rasanya badan pegel-pegel; bagian lengan dan punggung belakang. Cek-cek kalender, sepertinya karena menjelang siklus 'keperempuanan'. Anyway back to the topic, sambil jalan sambil mikir mau berhenti dimana, eh keidean ke daerah Sabang, karena di sana banyak warkop warkop macem kopitiam kan. Yaudah akhirnya random lah kita masuk ke salah satu warkop.
---
Singkat cerita kami dipersilahkan naik ke lantai 2 karena di lantai 1 sudah penuh. Setelah dapat kursi, pilih-pilih makanan ringan, selanjutnya, ya seperti sebagaimana kalau makan di tempat makan lah ya. Anak-anak dikasi me time dulu lah, sementara Ibu Ayahnya ngobrol aja kek orang pdkt yang duduk di depan kami hahaha. Selesai makan kami turun ke lantai 1 untuk pulang. Kebetulan selama turun ke lantai 1 anak anak ini heboh bgt. Karena kami parkir mobil agak jauh dari si warkop (biar ada jalan kaki nya, ga langsung naik mobil), jadi kami jalan lewat trotoir sambil melihat suasana di sekitar jalan. Bingung mau kemana lagi karen jujurly bosan juga ya kalau ke mall terus, yaudah kami langsung pulang saja. leyeh leyeh di rumah karena why not?! mumpung weekend ya kan!

Waktu berlalu sampai akhirnya adzan maghrib, lalu husband yang saat itu baru selesai wudhu tanya "tadi udah bayar belum sih di sabang?"| langsung DEG! "Ya Allah dari tadi tuh aku mbatin dan pengen nanya, tadi kita abis berapa makan di sabang?! td kamu berasa ngeluarin dompet gak atau scan hp ga" | "aku ingetnya td scan pas beli gorengan 🫠 kan aku keluar bareng kamu" | "berarti belom bayarr 🫠🫠🫠 yaudah maghriban dulu". Setelah solat maghrib langsung telfon warkop nya dan terjadi conversation sampai akhirnya kami bayar transfer ke salah satu pegawainya yang nombokin dulu 😭 astaghfirullohaladzim malu banget. Tapi namanya khilaf yaa πŸ₯². Alhamdulillah untungnya mbaknya tawa tawa aja dan posicip thinking. Semoga kami gak di blacklist deh dr warkop ini, krn tempatnya pewe bgt dan menunya pas aja gitu buat sarapan dan brunch.

34 and blessed, alhamdulillah

August 27, 2024




Alhamdulillah hari ini bangun tidur sekitar pukul 03.15 pagi dengan menyadari di tempat tidur kami ada seorang gadis kecil yang nyempil di antara aku dan suami. Kebetulan hari ini hari kedua siklus bulanan, jadi bisa lah tidur lagi 15 menit sebelum pergi melaksanakan tugas negara di dapur untuk menyiapkan perbekalan para pasukan hari ini. Benar saja ternyata bukan 15 menit tambahan waktunya, tapi 45 menit sudah berlalu. Pukul 04.00 pagi langsung pergi ke dapur sambil berpikir menu apa yang bisa aku buat untuk bekal ke sekolah.

Dari beberapa hari yang lalu sudah berfikir untuk nge-skip tanggal hari ini. Karenaa.. yaudah lah udah tua juga, kebetulan papa dan mama akan pergi umroh (mereka yang biasanya ngucapin ultah duluan), terus ya ga berekspektasi apa-apa juga sama suami yang tahun kemarin bikin mbrebes mili. ya maklum lah ya, mau kek gimanapun yang namanya perempuan tuh butuh sesekali ucapan menya menye yang gak perlu... tapi perlu πŸ˜‚  (bingung kan lo?!).

Masuk waktu subuh, bangunin anak dan suami, lanjut masak lagi, kemudian sambil berfikir kalau hari ini I'll do anything to make me happy. Langsung mandi senyaman-nyamannya, setelah itu lanjut mandiin adek, pakai baju pake yang bikin mood bagus, pake high heels and cusssss anter anak-anak, bismillah... 

Oiya, daripada aku nungguin anak-anak ingat kalau hari ini aku ultah dan berujung baper (blame the hormon) aku reminder mereka kalau hari ini Ibu ultah. Anyway, kemarin pulang sekolah suprisingly Zayd bilang "Ibuu.. besok tanggal 27 Ibu ultah yaa... yaaayyy". otomatis jawab "ih abang inget? ih ibu seneng loh abang inget ultah ibu" hahaha. 

Terus, aku bilang Sofia "adekkk, hari ini ibu ultah loh", dia jawab "whaat??" dan langsung nyanyi Happy birthday Ibu sampai selesai dan tak lupa dengan jogetan khasnya. Kemudian, Zayd keluar dari kamarnya sambil bawa tas sekolah, "Abang, Ibu hari ini ultaah", terus dia langsung peluk dan nyanyi birthday hihihih. MasyaAllah my heart is full dan senangg.

--

Selesai anter anak-anak, muncul beberapa ide di kepala kayak mau ngapa-ngapain gitu di rumah. pokoknya ga mau ngurusin pekerjaan rumah, lalu mau makan masakan sendiri yang enak, mau beli birthday cake dan lain lain. Sebelum sampai rumah mampir ke kang sayur dulu untuk menunaikan kewajiban, kemudian ada telfon masuk dari suami... apa lagi yang ketinggalan deh ini #pikirku. Di balik telfon terdengar suara ketawa kecil dan nada bicara yang berusaha gak keliatan malu, bilang "assalammualaikum.. cin, maaf lupa td buru buru", "kenapa?", " selamat ulang tahun", "hah.. salah orang kali", "salah orang pulak... selamat ulang tahun ih" dan sebagai nya sebagainya... duhilah pake inget segala ni orang πŸ˜“πŸ˜“  kita jadi mellow khann. HAHA tapi seneng hehehehe

Setelah urusan di luar rumah selesai, sampai di rumah langsung pengen sarapan dengan makanan yang uenak versi aku; rawon, lengkap dengan telur asin dan kecambah kecilnya. Setelah itu melakukan hal-hal yang ingin aku lakukan, bukan pekerjaan domestik, tapi mau bukaa blog dan foto video lama. Pokoknya mau nostalgiaa sampai puas! Eh gak berasa sudah masuk waktu dzuhur, siap-siap mau jemput si adek. Setelah jemput adek langsung meluncur ke toko kue, mau beli kue ulang tahun buat akyuu. Mau beli cake yang tema nya frozen, karena apa? karena anak saya sedih waktu dia ulang tahun katanya gak dibeliin cake. Padahal mah dibeliin cake coklat yang ada topping strawberrynya, kesukaan dia. Tapi menurut dia belum karena cake nya bukan cake Elsa Frozen. Jadi yaudah, ulang tahun saya kali ini kita beli cake Frozen 😏

Selesai beli cake, kita jemput abangnya dari sekolah, lalu pulang ke rumah deh. Malamnya, setelah makan malam kita bikin video ucapan ulang tahun untuk aku hahahah. Gak lama kemudian, hasben pulang kantor lalu kita foto-foto deh. Agak maksa ya nyuruh-nyuruh anak ngucapin ulang tahun, tapi alhamdulillah seneng dan puas. I feel complete lah pokoknya.. alhamdulillah alhamdulillah... 

Semoga dengan berkurangnya jatah hidup di dunia ini, aku makin takut sama Allah, makin istiqomah di jalan Allah, menjadi 'rumah' untuk keluargaku suami dan anak-anakku, sehat, semangat dan sejahtera..aamiin yaa rabbal 'alamiin.

---
seharusnya diposting tanggal 27 Agustus lalu. Tapi di tengah-tengah lagi nulis, tiba-tiba ide mentok dan baru mood lagi buat nerusin postingan ini di tanggal 21 Oktober, sehari setelah Presiden ke-8 RI dilantik #pentingbanget hahahaah.

salaam 
Puput Utami




Me Time hehe

December 29, 2023


Penting untuk diabadikan dan diposting πŸ˜‚

Alhamdulillah hari ini ketemu teman-teman (sebut saja) hijabers slash blogger slash mom blogger angkatan dulu banget yang sekarang merasa "masa nya sudah lewat". EH TAPI GAK SEMUA sih, gue doang kayaknya yang merasa "masa nya sudah lewat" hahaha. yang lain masih eksis di medsos. 

Bertepatan dengan housewarming nya @talithalubis dan kebetulan anak-anak sayah liburan di rumah Uti dan Kai nya, mengapa kita harus sia-siakan kesempatan untuk me tyme ?! hohoho. Udah lamaaa banget ga join kumpul-kumpul sama teman-teman ramean gini, makanya sekali ikutan tuh udahannya seneng banget, kayak abis dapet cahaya ilahi πŸ˜† Isinya ya ketawa-ketawa, makan, curcol dikit, ketawa-ketawa, makan, sharing, dah gitu aja sampe mau balik ke rumah masing-masing. Alhamdulillaaaah.

Jadi intinya mah,

IRT tu ternyata memang sangat butuh (kalau istilah sekarang) healing biar gak melulu berkutat dengan kegiatan domestik. Ya pada intinya sih setiap manusia tu butuh keluar dari rutinitas biar pikirannya fresh lagi, mau apapun profesi dan kegiatannya. Ayooo me timeeee!

Love, Puput





Eid Mubarak! (1442 H)

May 14, 2021

 





outfit : men by menzone, women by et cetera, kids by little folks.

Alhamdulillah wa syukurillah! Selamat hari raya Idul Fitri 1442 H teman teman online semua. Lebaran kini adalah kali kedua di masa pandemi, jadi belum bisa berlebaran dengan keluarga di Medan dan di Sampang (udah lama gak ke tanah kelahiran, btw). InsyaAllah bisa bertemu lagi dengan bulan suci, bulan yang penuh berkah, bulan spesial yaitu bulan Ramadan. Dan semoga pandemi segera berlalu. Aamiin Yaa Rabbal'alamiin.


Salam,
dari yang dalam hitungan jam sudah nambah 4x soto ayam dan udahannya capek banget padahal gak ada tamu mampir ke rumah hehe subhanallah.


Puput Utami

Satu Bulan Puasa Media Sosial

March 30, 2021

 


Belakangan sering baca igs teman-teman tentang kejenuhannya dalam bermedsos. sampai pada akhirnya 'jenuh' bermedsos itu melanda diriku. dibilang ikut-ikutan sebenernya ga juga sih. tapi kalau dipikir-pikir memang kalau yang namanya pegang handphone buka medsos tuh bikin nagih dan suka blank ajaa gitu udahannya. Ngerasa ga sih? 


Jadinya, karena terlalu konsen sama dunia maya, yang ada di dunia nyata malah terabaikan. Misal, harusnya waktu 30 menit itu bisa digunakan untuk ngeblog atau masak, beres-beres, atau sekedar ngobrol sama pasangan dan anak. Tapi karena terlalu fokus sama medsos, jadinya kerjaan terbengkalai, quality time sama keluarga juga nyaris gak ada, menurutku malah kalau kelamaan bermedsos jadi ga konsen ngapa-ngapain. 


Nah, kebetulan tahun pandemi seperti sekarang ini kan nyaris berita tentang pandemi ini terupdate tersaji dengan lengkap nan informatif (komplit dengan berita hoax nya tentu saja) di medsos, khususnya instagram, jujur bikin aku capek, overthinking dan berujung anxiety a.k.a parno. Saking terlalu banyak terpapar dengan informasi tersebut, kok ya seolah-olah rasanya tahu  cara membuka mata batin segala. Heuheu


Jujur maju mundur mau memutuskan untuk istirahat gak bermedsos lagi, karena ternyata sebiasa-biasanya kita sama medsos, selama medsos tersebut masih bisa diakses/ ada di handphone, pasti deh bakal kita buka. Maka dari itu akhirnya aku memutuskan untuk men-disable instagram (karena dalam case ini, instagram lah yang sering aku akses). Kenapa disable? karena niatnya kan cuma istirahat aja, yang berarti di waktu yang akan datang aku akan buka instagram lagi. Lagipula ada beberapa pekerjaan profesional di instagram yang gak bisa ditinggalkan. 


Ternyata, untuk mendisable kan akun instagram juga agak ribet ya, gak bisa langsung diakses via aplikasinya. Caranya, kita harus login instagram lewat browser. Lalu di sana akan ada beberapa pertanyaan sebelum akhirnya request men-disable kan akun instagram kita dikabulkan oleh instagram. Gak lama, sekitar 2-3 menit prosesnya, langsung deh akun pupututami sudah tidak bisa ditemukan di instagram. 


Rasanya? plonggggg. Enak juga gak buka instagram. Gak perlu lihat instagram orang lain, gak perlu tahu update berita, jadi ya fokus saja sama dunia nyata. Komunikasi sama keluarga dan teman-teman ternyata lebih berkualitas dan personal saat dilakukan lewat chat/ short message atau bahkan lewat telfon (ngobrol langsung) daripada basa basi di medsos. hehee menurutku loh ya! gak sependapat gakpapa lohh..


Kalau dipikir-pikir, luar biasa juga ya efek perkembangan teknologi dalam hidup kita sebagai manusia. Manusia dibikin bergantung banget sama yang namanya teknologi. Sehingga kalau sampai kebablasan, bisa membuat manusia lupa akan fitrahnya, lupa bersyukur, lupa kalau di atas sana ada yang memperhatikan, lupa kalau hisab nanti kita gak akan ditanya tentang berapa kali sehari kita buka sosmed. 


Di sisi lain manfaat teknologi juga sangat amat banyak. Tinggal kita nya lah sebagai manusia memilah dan memilih mana yang bermanfaat bagi diri kita dan mana yang kebanyakan "khayalan" atau yang gak bermanfaat bagi kita. you decide lah!


Alhamdulillah, satu bulan (feb-mar) aku puasa medsos (instagram). Kalau bahasa kekiniannya "detox" hehe. Efeknya sekarang jadi males liat igs (cuma lihat 2-3 udpate-an akun awal), jadi banyakan fokus sama dunia nyatanya lah ya insyaAllah. Selain itu, pikiran juga lebih tenang dan anxiety jadi berkurang. Semoga istiqomah.. aamiin.. 


Love,

Puput

Selamat Menempuh Hidup Baru, Adik-adikku!

March 22, 2021

 


Masya Allah tabarakallah. Udah lama ya gak update kehidupan hehehe. Buat teman-teman yang mungkin pernah ngikutin blog aku dari awal-awal, pasti tau kalau aku deket banget sama adik-adiku. Nah, singkat cerita Alhamdulillah kurang lebih satu tahun lalu salah satu adikku menikah. Time flies yaah subhanallah.




Mungkin sama seperti pernikahan lainnya di luar sana, pernikahan adikku ini pun berkesan sekali. Setidaknya untuk adikku dan calon istrinya (saat itu) dan tentu saja untuk keluarga kami. Tambah berkesan lagi karena tepat setahun yang lalu, Pandemi covid19 sedang hangat-hangatnya di Indonesia. Saat itu, hampir semua pernikahan yang sudah direncanakan dan dipersiapkan dari jauh-jauh bulan harus banting stir karena ada peraturan pemerintah yang melarang mengadakan acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan, harus menjaga jarak, memakai masker dan aturan lainnya demi menekan angka penyebaran virus tersebut.


Begitu juga dengan rencana pernikahan adikku ini. H-2 minggu kami harus mencari venue yang bersedia dipakai untuk mengadakan pernikahan. Venue yang setahun sebelumnya sudah dibooking pun tidak berani mengadakan acara, walaupun jumlah undangan nyaris 70% dikurangi. Setelah musyawarah, diskusi dan mencari solusi, akhirnya kami mengikuti peraturan pemerintah dengan menetapkan tidak mengundang siapapun termasuk keluarga besar (khususnya dari luar kota). Jadi, yang hadir dalam acara tersebut hanya keluarga inti dan beberapa vendor. Itupun pada saat acara berlangsung, hanya 10 orang yang bisa berada di dalam ruangan akad nikah. Berat, memang. Apalagi sebagai orang Indonesia yah, kalau ada nikahan gak ngundang keluarga terjauh pun rasanya gaenakeun hehe. Terlebih keluarga besar pun sudah siap sekali terbang ke Jakarta untuk menghadiri rangkaian acara pernikahan adik kami. Alhamdulillah wa syukurillah kami memiliki keluarga besar yang support ditengah situasi dan kondisi yang tidak menentu. InsyaAllah walaupun raga tidak bertemu, tapi doa tetap menyatu untuk kami, khususnya kepada adik adik kami, si duo capeng.


Begitu juga dengan venue. Beberapa venue yang sudah dihubungi dan dikonfirmasi bisa mengadakan acara, mendadak memberi kabar tidak bisa digunakan. Jujur mau nangis rasanya kita tiap mendapat update dari kedua capeng ini. Denger updatenya aja mau nangis, apalagi ketemu langsung. Rasanya pengen dinikahin aja hari itu juga di rumah hahaha. Selain itu, dari rangkaian acara yang sudah dirancang sedemikian rupa akhirnya harus diputuskan hanya dilaksanakan akad nikah. Qodarulloh, akhirnya H-3 adik-adikku ini mendapatkan venue yang akan digunakan untuk prosesi akad nikah. Alhamdulillah.


Aku rasa ini tidak hanya terjadi kepada adikku, tapi di saat yang sama banyak calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di awal pandemi mengalami hal yang sama. Sebagian besar meniadakan acara resepsi dan melaksanakan akad nikah hanya dengan keluarga inti. Walaupun demikian, acara pernikahan tersebut menurutku malah sangat sakral, intimate, sederhana, hangat dan syahdu. Entah kenapa aku merasanya pernikahan tersebut walaupun pada akhirnya tidak ada resepsi pernikahan, tapi masyaAllah sempurna b-a-n-g-e-t. 


Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, adik-adikku. Sehat-sehat selalu, rukun-rukun selalu, dikaruniai anak-anak yang soleh dan solehah dan semoga kita semakin menjadi keluarga yang kompak. saling bantu dan saling mengisi satu sama lain... aamiinn yaa rabbal'alamiin.


with Love,

Puput

Lost & Found

October 24, 2018


Ceritanya hari minggu kemarin, kami (aku, suamiku dan anakku) jalan jalan sore ke daerah Causeway Bay. Sebenernya kami gak tau sih mau kemana, di satu sisi bosen di rumah, di sisi lain kayaknya semua tempat di HK udah dijajaki, ya walaupun belum semua sih haha. Jadi yaudah, akhirnya kami datang ke sebuah eksibisi alias exhibition alias pameran fotografi yang ada di Hong Kong Central Library. Selesai dari perpustakaan, perut ini rasanya lapar, akhirnya mampir ke Win's Resto alias Indonesian Restaurant alias Indopoper. Lepas dari Indopoper, rencananya mau makan es krim, tetiba kepikiran mau ambil dompet kartu karena di dalam dompet tersebut ada kartu octopus*. Waktu merogoh tas, langsung deg-degan karena dompet kartunya gak ada. Terus minta suami stop dulu jalannya, biar bisa periksa tas dengan seksama. Ternyata udah diperiksa bolak-balik, dompetnya gak adaaaa πŸ˜… Innalillahi wa innailaihirajiun.

I Choose Maroon by Norii (Meet Up Geng Timur)

October 3, 2018


Mudik lalu (the longest mudik duration ever! πŸ˜‚) di penghujung liburan - setelah sekian lama wacana mulu mau ketemuan, akhirnya ketemu kak Siti dan kak Tal. Kami menyebut geng kami adalah geng timur. Kenapa nyebutnya geng? ga ada alasan apa-apa sih ya, don't get us wrong bahwa kami seolah mengeksklusifkan diri. Pure penyebutan "geng timur ini" karena rumah kami-kami ini bertempat tinggal di sekitaran timur Jakarta. Kalau diajak main ke daerah Selatan pasti mikirnya selangit, kecuali kak Tal sih kayaknya. Jadi inget dua tahun lalu kami meet up juga. Waktu itu anak-anak kami masih bayi-bayi dan alhamdulillah sekarang anak-anak udah pada gede walaupun ga gede-gede amat hehe

Komunikasi Produktif Day #11 : Pakai Sendok

September 17, 2018


Perlu dicatat dalam blog ini bahwa kemarin, tanggal 16 September 2018, bertepatan dengan 25 bulan usianya, Zayd makan 3 kali sehari dan 3 sesi dia lahap semua tanpa drama. Alhamdulillahirabbilalamiin, Im beyond happy walaupun belum tau kapan hal ini akan terulang  lagi hahah. 

anyway,

Komunikasi Produktif Day #10 : 'Obatnya' adalah Kai

September 15, 2018

πŸ‘© : "Hari Sabtu nanti, Zayd vaksin ya nak. jadi anak baik yaa!"
πŸ‘¦ : (nyengir sambil kedipin mata. Ntah artinya apa, tapi Ibu positif thinking aja, mungkin maksudnya "Okay, bu?!")



Hari ini jadwalnya Zayd vaksin di salah satu rumah sakit di Jakarta. Semua berjalan smooth sampai akhirnya kami siap berangkat dan Zayd mau duduk di pangkuan Kai yang sedang nyetir. Gak lama, doi ketiduran karena emang keliatan ngantuk banget, tapi gak tidur-tidur dari jam biasa dia tidur siang. Sampai di rumah sakit, ketika Zayd akan aku ambil dari pangkuan Kai, dia tiba-tiba kaget dan nangis karena maunya nempel sama Kai. Padahal saat itu Kai sudah di panggil ke ruangan dokter dan Zayd sudah diminta untuk timbang BB dan ukur tinggi.

Komunikasi Produktif Day #9 : Stroller

Entah apa penyebabnya, setelah pulang dari Indonesia beberapa bulan yang lalu, Zayd jadi gak mau duduk di atas stroller. Maunya kalau gak digendong, ya jalan kaki sendiri. Sebenarnya gak apa sih, tapi seiring berjalannya waktu Zayd kan tambah besar, tambah berat, kakinya tambah jenjang, tapi Ibu nya  masih segitu-segitu aja. berattt bosss!

Maksud hati ingin kembali mengajarkan Zayd agar mau lagi pakai stroller, namun ternyata masih saja tidak mau. Beragam cara telah dicoba hhh

"Zayd, nanti kita pergi. Nanti Zayd naik stroller ya Nak". Kataku

Kalimat seperti di atas aku ulang-ulang terus, harapannya agar si anak bisa merekam apa yang aku katakan dan mau duduk di atas stroller. Namun, apa daya.. saat kami akan beranjak pergi, Zayd tetap tidak mau duduk di stroller, maunya digendong.

Keesokan harinya saat mau pergi lagi, aku coba tawarkan menggunakan stroller kepada Zayd saat Ia menyusui.

"Sayang suka ya digendong Ibu atau Ayah? Ibu juga suka gendong Zayd. Tapi kayaknya Zayd lebih nyaman deh kalo duduk di stroller..."

(lanjut Ibu)

"Nanti Zayd duduk di stroller, Ayah dan Ibu yang dorong..Zayd pasti happy"

(lanjut Ibu lagi)

"Okay nak ?! Nanti naik stroller aja yah.."

*PLOK*

Iyak, Ibunya digaplok pemirsah... 
Mari kita coba lagi di edisi berikutnya!






#Hari9
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional

Komunikasi Produktif Day #8 : Refleksi Pengalaman

September 13, 2018

Siang ini, Zayd mengajakku ke luar rumah dan memaksa masuk ke dalam mobil. Awalnya aku sempat ogah, tapi setelah dipikir-pikir daripada larinya ke gadget terus, yasudah aku putuskan untuk membuka pintu mobil dan membiarkan Zayd main di dalam mobil tersebut. Pssst, tentu saja Zayd tidak sendiri, butuh pengawasanku.

Lompat sana-sini, eksplor sana-sini, pencet tombol ini itu di kemudi setir, ternyata membuat Zayd happy banget. Llau tiba-tiba, terciumlah aroma wangi "khas" di dalam mobil tersebut. Segera aku periksa dan yaaa.. there you go! Pantesan,  itulah kenapa dia lama banget main di row belakang di dalam mobil.

Gak tahan dengan "aroma" nya dan melihat Zayd sudah risih dengan kondisi tersebut, aku ajak Zayd keluar mobil dan membersihkannya di kamar mandi. Dibujuk-bujuk tapi Zayd tetap masih mau main di dalam mobil.

---

"Zayd, yuk bersihkan dulu yu nak, nanti gatel loh"

Kalimat tersebut aku ulang berkali kali, tapi sepertinya gak berhasil bikin Zayd mau keluar mobil.

Oiya! jadi ingat salah satu poin Komunikasi Produktif untuk anak yang aku pelajari : Gantilah Nasihat sebagai Refleksi Pengalaman. Ya walaupun aku tahu mungkin tidak 100% akan berhasil, apalagi mengingat Zayd masih 2 tahun. Tapi ga ada salahnya untuk dicoba kan?

"Zayd, Ibu tahu Zayd ga nyaman, yuk keluar dulu yu nak!"

Tapi hasilnya Zero πŸ˜… ndak apa, mungkin kita bisa coba lagi dengan kalimat yang lain.

Ibu   : "Zayd! Zayd lagi p**p ya? Ibu tahu rasanya gak enak lama-lama diapersnya penuh. Apalagi ada p**pnya. Rasanya gatal kan, bang?"
Zayd : (tetap sibuk pencect-pencet steering wheel )
Ibu   : "Ayo dibersihkan dulu yuk p**p nya, biar nanti kalau sudah bersih, kalau Zayd mau kita main ke dalam mobil lagi, oke?"
Zayd : (masih sibuk)
Ibu    : " Yuk sayang, gendong Ibu?"

Zayd langsung memelukku dan aku menyambutnya dengan sigap dan semangat. Kami keluar mobil tanpa ada drama tangisan hehehe. Alhamdulillah.. tabarakallah

Jadi, berhasil gak ya kira-kira penerapan poin Komunikasi Produktif kali ini?


#Hari8
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional





Komunikasi Produktif Day #7 : Solat Dzuhur

September 12, 2018

Jadi ceritanya hari ini saat akan menunaikan solat Dzuhur, aku iseng mengajak Zayd solat. Caranya, setelah aku menggelar sajadahku, aku cari sajadah kecil dan menggelarnya di depanku. Lalu aku ajak Zayd untuk solat.

"Ayo solat Dzuhur, bang. Abang di sini ya.. Nanti kan Zayd yang imamin ibu solat kalau udah besar"

Zayd yang saat itu sedang bermain mobil-mobilan, melihat aku takbiratul ihram lalu tiba-tiba Zayd langsung menuju sajadah kecil yang sudah aku gelar. Tiba-tiba tangannya ikutan takbiratul ihram dan meletakkan kedua tangannya di antara perut dan dada. Sungguh bikin gak konsen solat, apalagi Zayd gak menghadap kiblat tapi menghadap ke arahku.

Gongnya, waktu aku ruku', Zayd takbir lagi dan langsung sujud dengan posisi nungging dengan kepala mengarah ke samping. Aduh beneran jadi ga konsen astaghfirulloh.. pengen ketawa tapi ditahan-tahan. Untungnya doi cuma bertahan di rakaat pertama aja, setelah sujud malah jadi keterusan telungkup sambil mainan mobil. MasyaAllah Tabarakallah




Nah, terus jadi ingat bahasan kelas Bunda sayang tentang Komunikasi Produktif dengan anak yaitu kalau mau memuji harus jelas. Siapa tau pujian tersebut terekam oleh Zayd ya kan? jadinya doi termotivasi untuk ikut sholat hehehe ya walaupun gak usah terlalu berharap banyak sama anak 2 tahun. Tapi do the best aja! hihi btw, foto di atas foto seadanya aja, beberapa saat setelah solat hahaha. Duh gemezzz, coba udah tau duluan kalau doi bakal ngikutin gerakan solat, kan kamera video bisa standby baanggg πŸ˜‚

Setelah aku selesai sholat, langsung lah aku bilang Zayd

"Alhamdulillah, Zayd pinternya bisa solat dzuhur..Ibu seneng deh. nanti lagi ya nak".


#Hari7
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Komunikasi Produktif Day #6 : Zayd Bisa!

September 11, 2018

Akhirnya setelah seminggu nongkrong aja di rumah, hari ini aku ajak Zayd main di salah satu playground. Awalnya Zayd ogah turun dari gendongan, namun jadi semangat ketika melihat playground yang superr besar. 

Nah, di salah satu wahana permainan ada satu set permainan outbond (climbing - jalan di atas rangkaian tali tambang - slide/ perosotan). Zayd suka banget sama yang namanya slide, apalagi slidenya yang model spiral gitu. Dan untuk naik slide itu harus melewati bagian climbing poin yang mana karena Zayd pakai kaos kaki, jadi licin gitu setiap kakinya berusaha naik ke atas. Selain itu, dia belum ngeh untuk bisa naik ke atas dan ga licin harus nginjek bebatuannya. Jadinya naik dikit, melorot, naik dikit, melorot, kasihan liatnya.. tapi lucu hahahaha 

Sambil lihat ke arah ku (seakan bilang "bu...susah"), Zayd tetap berusaha naik ke atas, tapi tetap merosot. Saatnya Ibu turun tangan. Waktu Zayd berusaha naik, aku posisikan kaki Zayd berada di bebatuannya.

"Kakinya di batu-batu nak, nah.. gini.. bagus.. naik lagi.. bagus"

Akhirnya bisa sampai ke atas dan menyelesaikan permainannya sampai ke slide spiral. Kemudian, Zayd naik lagi dan stuck lagi di climbing poin dan noleh lagi ke aku πŸ˜‚

"Kakinya di batuannya nak, ayo Zayd bisa! bisa... bisa... bisa" (sambil tepok tangan) #IbukHeboh

Setelah mengulang 3-4 kali, akhirnya alhamdulillah Zayd bisa pas mantap kakinya nginjek climbing poin nya tanpa merosot lagi. Ahh Ibunya senengg, anaknya apalagi. Tau sendiri kan kalau anak seumuran Zayd ini seneng banget kalau disemangatin dan kalau dipuji kayak jual mahal tapi hidungnya kembang kempis πŸ˜‚

Sambil nunggu Zayd menyelesaikan rintangannya, aku standby di depan slide spiral buat videoin. Gak lama Zayd meluncurr dan aku tangkap! 

"Yaaayy! Zayd hebat bisa naik slide sendiri.. mau naik lagi?"
"Yummyyy!" Jawab Zayd. Ibunya kaget kenapa responnya Yummy  sih nakk πŸ˜…
"Yukk!" 





#Hari6
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional

Komunikasi Produktif Day #5 : "No..no..nooo"

September 10, 2018

The hardest part kalau anak sedang sakit adalah minum obat. Sejak Zayd udah makin lincah kesana kemari, tangannya sudah pintar menepis, jadi makin tricky memasukkan obat tanpa kececer kemana-mana. Biasanya kami menggunakan mediator seperti feeder syringe untuk memasukkan obat ke dalam mulut Zayd. Tapi karena lagi mudik dan gak bawa medicine kit, jadi ya mau ga mau pakai sendok atau gelas takar.

Waktunya minum obat dosis ke dua. Dosis pertama dilakukan di pagi hari dan mudah karena ada bala bantuan yang bantuin aku pegangin Zayd. Nah, dosis kedua ini yang tricky karena aku sendiri yang harus nyuapin obat tanpa bala bantuan. 

Saat prosesi makan siang dan minum susu, aku bilang sama Zayd

"Abis minum susu, kita minum obat ya nak.. biar Zayd cepet sembuh, gak meler-meler lagi"
"Obat... ?"
"Iya, obat.. abis ini kita minum obat okay?"

Setelah beres minum susu, setengah jam kemudian aku kembali lagi dengan membawa gelas takar berisi obat batuk sirup.

"No..no..no" (Sambil lari bersembunyi, tapi Ibunya gak tahan pengen ketawa lihat tingkah Zayd)
"Yuk, bang.. bismillah ya"
"Ti.......dak!" (di sini ketawaku pecah dengar jawaban Zayd πŸ˜‚ maapkan nak, Ibu gak bisa jaim)


"Zayd, minum obat, biar cepet sembuh ya! Zayd pinter deh"
"noooooo....."


baikk, daripada berlama-lama, maafkan kali ini Ibu harus pakai cara cepat nak. Aku sodorin gelas takarnya dan ....

Ealah, keberuntungan berpihak padaku kali ini. Kirain bakal ada drama penolakan yang sangat heboh, ternyata pas disodorin gelas takarnya, sambil teriak Zayd tetep buka mulut dan slurpppp... alhamdulillah masuk. 

"Enak kaaan?" kata ku
(Zayd mengernyitkan dahi dan mulutnya seperti sedang merasa-rasakan obatnya)
"Alhamdulillah, makasih ya nakkk... minum air dulu ya"
"No...no"


Baiklah, yang penting obatnya udah masuk hehe

---

Jadi, Komunikasi Produktif hari ke-5 ini masuk ke dalam poin yang mana ya? hmm.. Keep Information Short & Simple, Intonasi suara, menunjukkan empati, hmm bisa jadi poin-poin tersebut masuk ke dalam komunikasi produktif hari ini. aamiin, jangan? *hahaha


#Hari5
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Komunikasi Produktif Day #4 : My Baby is not a Baby Anymore

September 9, 2018


Siang ini Zayd tidurnya agak lama, entah efek obat batpil atau ya memang karena tidurnya tadi agak lambat, jadi bangunnya juga lambat. Saat Zayd tidur, otomatis se rumah sepi. Kai dan adikku, Om Adian, istirahat dan beraktivitas di kamar masing-masing. Sedangkan Uti lagi liburan ke luar kota. 

Komunikasi Produktif Day #3 : Nyetir sama Ibu

September 8, 2018


Komunikasi Produktif di hari ketiga ini, aku mengambil poin “Mengatakan Keinginan”. Sebenarnya aku ga yakin sih ini bakal ngefek kepada anak umur 2 tahun seperti Zayd apa engga. Tapi gak ada salahnya dicoba kan?


Komunikasi Produktif Day #2 : "Good Job, Sayang"

September 7, 2018


Dari judulnya udah ketauan banget ya mau cerita apa hari ini. Alhamdulillah bangun tidur hari ini mulus tanpa rengekan, senyum-senyum ganteng deh pokoknya. Namun, tiba-tiba semua pudar ketika mendengar suara Kai (kakek) nya Zayd. Wuih, Zayd kayak nerima gaji 13 belas pas denger suara Kai, langsung nyamberrrrr, sampai Kai susah mau bersiap berangkat kantor. 

Komunikasi Produktif Day #1 : "Mandi yuk, naak....!"

September 6, 2018



Welcome terrible two!

Gak tau ya apakah label "terrible two" ini adalah label yang pantas untuk diberikan kepada anak-anak. Di satu sisi aku menyetujui statement tersebut karena memang menjelang Zayd memasuki usia dua tahun sampai saat ini (usia dua tahun lewat beberapa hari) tiada hari tanpa alunan jeritan melengking. Pokoknya kalau udah maunya harus maunya, kalau gak diturutin pasti "aaaaaaaaaaaa". Di sisi lain, label "terrible two" ini kok kayaknya terlalu berlebihan ya dan terasa seperti momok menakutkan untuk orang tua?! yang jelas, kita-kita nih, sebagai orang tua, khususnya orang tua baru harus tetap positif thinking dan saling bekerja sama dengan suami agar tetap waras menghadapi tingkah laku si kecil yang semakin menggemaskan (literally! walaupun sering bikin spanneng tapi tetap nyenengin hihihi). So, bismillah... come to mama, Zayd!