KHIBAN

August 20, 2026

Jujur udah gak terlalu ngikutin fasyun hijab seiring berjalannya waktu, bertambahnya umur, bertambahnya peran, bertambahnya kegiatan dan juga semakin banyak belajar. Makin tua dewasa, makin memilah milih mana yang baik, mana yang harusnya ditinggalkan. Tapi, yang namanya sekarang jamannya serba sosmed, mau gak mau tetap update sama berita-berita di luar sana 😆 Salah satunya ya perhijaban ini.

Yang menarik sekarang-sekarang ini lagi happening yang namanya khimar bandana atau disingkat khiban yang sebenarnya dari bertahun-tahun yang lalu sudah ada dan sudah dipakai. Jadi modelnya tuh kayak jilbab biasa tapi lebih lebar, dan bagian kepalanya dikasi iketan yang diikat di belakang kepala melewati telinga. Sedangkan biasanya, khimar ‘default’ nya itu, jilbab segi empat ukuran besar (biasanya 140x140cm) dan dipakai peniti di bawah dagu. 

Tapi intinya sih yang namanya fashyun pasti akan muter di situ-situ aja. Jadi, tante yang udah melewati masa-masa itu cuma bisa senyum-senyum aja melihat fenomena ini. Mungkin 10-15 tahun yang lalu, ini yang dirasakan oleh tante-tante yang usianya sama kayak aku sekarang kali ya HAHAHA *IMHO

Salaam :)


COFFEE DATE : KURASU

August 12, 2026

 



unplanned visit to KURASU di waktu breakfast-lunch (brunch) alias jam tanggung. Dalam rangka badan mulai sumeng, hati dan pikiran lagi gak sinkron (mungkin karena faktor 'waktu' nya), plus sang partner butuh refreshing. Yaudah deh pacaran aja. Tadinya mau mampir ke kafe di sebelahnya *brb googling dan ketemu* Toby's Estate, pas banget menuju ke Toby's jalanan lagi padat merayap yang kayaknya heran sih, jam kerja bukannya harusnya sepi yah (?). Kemudian ngide "oh itu Kurasu! cobain ke sana aja yuk", dengan sigap saya langsung menjawab "hayuk!".

Jujur, cafe yang sering aku samperin itu hanya sejauh Fore dekat rumah, atau type-type kopitiam, atau ya agak gaul ke tengah dikit ada kopikina di Raden Saleh, Salemba itu. Oke ini jadi pengalaman yang mungkin gak pertama, tapi sewaktu-waktu, dateng ke kafe nya gen Z (ya kan ?!). Seperti coffeeshop pada umumnya yang interior nya minimalis, tapi messy, tapi rapi, tapi estetik ala jepang. Spesialisnya di sini kayaknya (?) matcha, ada beberapa kopi yang jujur aku gak paham sama nama-namanya. Ada pastry juga, dan ada makanan westernya tapi gak banyak seingetku. 

Ambience nya asik. banyak orang ngobrol tapi hening, ada yang meeting, ada yang interview, ada yang catch up, ada yang kerja, ada yang bengang-bengong sambil ngobrol kecil kayak kami hehehe. Kalau datang ke coffeeshop yang jualannya cuma itu-itu doang, suka muncul pertanyaan dalam kepala ini. Buka usaha kayak gini, di tengah kota yang cukup mahal, apa nutup ya modal usaha harian mereka? suka amazing sama yang berani buka toko di sekitaran situ.

Yaudahlah, sekali-kali nyaru jadi gen Z biar ikutan up to date gapapa kan? hehe